Oleh: Wastu Adi Mulyono
Sejak tahun 1994 saya sudah menjadi pengajar di keperawatan. Mengajar mulai dari tingkat Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) sampai setingkat Sarjana (S1). Saya juga telah mengajar perawat senior yang sekolah lagi mulai yang belum memiliki ijazah SPK, belum memiliki ijazah Akper maupun yang belum memiliki ijazah S1. Pun saya pernah belajar satu kelas dengan para perawat yang sudah berpengalaman maupun yang fresh graduate untuk memperoleh ijazah S1 maupun ijazah S2. Proses belajar-mengajar tersebut, disadari atau tidak disadari telah membolak-balik kesadaran saya sebagai seorang perawat pendidik.
Kesadaran terakhir yang saya peroleh akhir-akhir ini adalah suatu pemahaman bahwa idealisme saya yang tertancap dalam dan tegak menjulang, ternyata tak bermakna apapun dalam dunia praktik. Para stakeholders hanya berharap perawat yang care, tanggap, perhatian, disiplin, dan terampil. "Oh hanya sekedar itu tho!", pikir saya.
Apakah memang sesederhana itu? Lalu buat apa sekolah tinggi-tinggi? membaca buku yang tebal-tebal, demonstrasi ke gedung DPR dan lain-lain? Salahkah para stakeholders mendeskripsikan yang seperti itu?
Pikiran saya kembali berputar, merasuki situasi kekecewaan, kesinisan, kesombongan. Sampai akhirnya saya memasuki sebuah kesadaran. Penggambaran itu sangat sederhana, tetapi telah mamasuki suatu tingkat attitude dan behavior yang tercermin dalam suatu bentuk KARAKTER PERAWAT sejati. Kesadaran ini amat sangat mengejutkan saya. Seolah-olah semua proses yang saya lakukan adalah sebuah kesalahan fatal. Indikator-indikator kurikulum dan evaluasi pembelajaran hanya sekedar lipsync. PASTI ADA YANG SALAH.
Tiba-tiba saya merasa malu pada diri sendiri. Ingatan saya kembali terefleksikan pada perilaku kita dalam suatu workshop, lokakarya, seminar. Bagaimana para peserta terlibat dalam diskusi, sebagian bicara sendiri, sebagian lagi asyik reuni, sebagian serius, sebagian sudah pesar tiket untuk pulang. Berjuta-juta uang rakyat telah kita salah gunakan dalam acara tersebut. Kita telah membuat suatu yang tidak bermanfaat. Oh wajar saja, depdiknas kemudian menyatakan bahwa kurikulum itu harus disusun sendiri oleh universitas, tidak dapat digeneralisasikan. Setiap universitas memiliki impian berbeda terhadap profil perawat/Ners.
Tiba-tiba logika saya kembali membela diri, "Bukankah kita sudah memberikan yang terbaik di akademik, tetapi anak-anak tidak mendapatkan contoh baik di lahan praktik?" Lagi-lagi kesombongan merasuki pikiran saya. Alam kesadaran saya kembali dengan bijak bertanya, "Lalu para pemberi contoh itu, yang di lahan praktik itu, siapa yang mencetak? Kalau bukan cetakanmu langsung, berarti cetakan dari temanmu. Temanmu berarti satu sekolah dengan kamu, satu proses pembelajaran dengan kamu. Artinya sekolahmu telah menghasilkan karakter Ners yang tidak baik, tidak berkarakter kuat sehingga mampu bertindak secara mendarah daging."
Kita butuh alat pencentak yang sanggup mengolah bahan baku dengan kelas apapun menjadi produk berkarakter kuat. Lihat saja bagaimana tokoh "Barbie" tetap memiliki karakternya meskipun dicetak dengan bahan baku asli maupun bajakan. Karakter Barbie tetaplah kuat.
Kesadaran itu semakin menyudutkan saya, memaksakan agar membuka pikiran. Membuka tabir logika dan kesombongan, memaksa untuk mengakui bahwa saya bersalah dan harus belajar lagi agar menjadi lebih baik.
Membangun karakter, bukan suatu proses sederhana. Tetapi semuanya dapat dilakukan. Indikator-indikator kuantitatif telah menipu kita agar mencapainya. Padahal ilmu keperawatan sendiri sudah mengatakan bahwa individu itu unik, dan belajar dengan cara yang unik. Mengapa kita justru menyeragamkan semua aturan. Saya sudah di purwokerto, ke cilacap tinggal 60 kilometer yang dengan naik sepedapun sudah bisa saya capai, mengapa mesti naik pesawat dari Jakarta yang harus menunggu ada jadual penerbangan ke Cilacap?
Pengenalan profil Ners yang mendalam harus melibatkan bukan hanya 5 indra. Indra keenam dan ketujuh atau yang kesekian lagi harus diaktifkan. Jika sudah tergambar jelas, barulah kita susun strategi mencetak karakter dalam profil impian kita. Sekali lagi saya disadarkan, hal itu sangat unik. Tidak bisa diseragamkan. Gunakanlah pemecahan masalah yang kreatif, bukan yang itu-itu lagi.
Mencetak perawat/Ners yang berkarakter harus dengan langkah yang berkarakter juga. Termasuk kurikulum yang berkarakter, dosen berkarakter, pembimbing yang berkarakter. Seperti kata pepatah, barangsiapa berkumpul dengan penjahat, jadilah dia penjahah, berkumpul dengan seniman jadilah seniman, berkumpul dengan Ners berkarakter maka jadilah Ners berkarakter.
Kamis, 04 Juni 2009
Selasa, 17 Maret 2009
Out of The Box
Oleh: Wastu Adi Mulyono
Setiap hari kita hampir selalu mendengar keluhan teman-teman kita. Tidak ada satu haripun tanpa keluhan, mulai dari keluarga, pekerjaan, teman, keuangan bahkan tamu bulanan yang datang setiap bulan pun dikeluhkan.
Mulai sekarang saya coba untuk tidak mengeluh. Termasuk tidak mengeluhkan tentang profesi dan undang-undangnya. Mengeluh tidak dapat memperbaiki keadaan. Hambatan yang kita jumpai ya tetap itu-itu saja. Artinya itu suatu bentuk bilangan konstan kata statistik. Konstanta tidak akan pernah berubah. Tetap. Jika kita mengeluhkan konstanta tersebut sampai kapan pun pasti akan mengeluh. Kecuali kita dapat memandangnya dari perspektif berbeda.
Solusi yang saya tawarkan adalah, mengambil ucapan Prof Asrul, berpikir "out of the box". Kita wajib berpikir di luar kebiasaan dan di luar main stream pemikiran sekarang. "Jika kita tetap berpikir dengan gaya sekarang pasti, jangan pernah berharap hasil yang melebihi hasil sekarang" begitu kata Pak Jay dalam buku The Power of Kepepet -nya. Sulitkah? Berdasarkan pengalaman jawabannya adalah Tidak sama sekali.
Berpikirlah di luar kebiasaan sehari-hari. Jika kita biasa berangkat ke kampus naik ojek dengan alasan lebih cepat, cobalah alternatif lain, misalnya masuk lewat lubang tikus di belakang kampus, pasti lebih cepat. Atau mungkin, bagi teman-teman yang sering mengeluhkan dosen tidak tepat jadual, coba usulkan saja tidak usah kuliah di kelas, cukup tanda tangan di absen sebulan sekali. Selesai lah keluah kita.
Berpikir keluar dari main stream akan menghadapi banyak tantangan? Siapa bilang? Tidak sama sekali. Tidak ada seorang pun yang dapat masuk pemikiran kita, jika kita tidak melibatkan pemikiran mereka. Kita merdeka.
Mari kita mulai saja dengan visi keperawatan indonesia. Tahun 2015 sebelum pengumunan kiamat, Perawat Indonesia mau jadi apa? Mari kita diskusikan. Anda tinggal menuliskan komentar dari artikel ini. Mudah bukan.
Setiap hari kita hampir selalu mendengar keluhan teman-teman kita. Tidak ada satu haripun tanpa keluhan, mulai dari keluarga, pekerjaan, teman, keuangan bahkan tamu bulanan yang datang setiap bulan pun dikeluhkan.
Mulai sekarang saya coba untuk tidak mengeluh. Termasuk tidak mengeluhkan tentang profesi dan undang-undangnya. Mengeluh tidak dapat memperbaiki keadaan. Hambatan yang kita jumpai ya tetap itu-itu saja. Artinya itu suatu bentuk bilangan konstan kata statistik. Konstanta tidak akan pernah berubah. Tetap. Jika kita mengeluhkan konstanta tersebut sampai kapan pun pasti akan mengeluh. Kecuali kita dapat memandangnya dari perspektif berbeda.
Solusi yang saya tawarkan adalah, mengambil ucapan Prof Asrul, berpikir "out of the box". Kita wajib berpikir di luar kebiasaan dan di luar main stream pemikiran sekarang. "Jika kita tetap berpikir dengan gaya sekarang pasti, jangan pernah berharap hasil yang melebihi hasil sekarang" begitu kata Pak Jay dalam buku The Power of Kepepet -nya. Sulitkah? Berdasarkan pengalaman jawabannya adalah Tidak sama sekali.
Berpikirlah di luar kebiasaan sehari-hari. Jika kita biasa berangkat ke kampus naik ojek dengan alasan lebih cepat, cobalah alternatif lain, misalnya masuk lewat lubang tikus di belakang kampus, pasti lebih cepat. Atau mungkin, bagi teman-teman yang sering mengeluhkan dosen tidak tepat jadual, coba usulkan saja tidak usah kuliah di kelas, cukup tanda tangan di absen sebulan sekali. Selesai lah keluah kita.
Berpikir keluar dari main stream akan menghadapi banyak tantangan? Siapa bilang? Tidak sama sekali. Tidak ada seorang pun yang dapat masuk pemikiran kita, jika kita tidak melibatkan pemikiran mereka. Kita merdeka.
Mari kita mulai saja dengan visi keperawatan indonesia. Tahun 2015 sebelum pengumunan kiamat, Perawat Indonesia mau jadi apa? Mari kita diskusikan. Anda tinggal menuliskan komentar dari artikel ini. Mudah bukan.
Jumat, 26 Desember 2008
Intermezo
Intermezzo.. . (redelivered by Iwan Wahyudi)
Jika ada Pertanyaan: Mengapa Ayam Menyebrang Jalan?
Jawaban menurut: Guru TK: Supaya sampai ke ujung jalan.
FBI: Beri saya lima menit dengan ayam itu, saya akan tahu kenapa.
Aristoteles: Karena merupakan sifat alami dari ayam.
Martin Luther King, Jr.: Saya memimpikan suatu dunia yang membebaskan semua ayam menyeberang jalan tanpa mempertanyakan kenapa.
dr. Boike: Fakta bahwa kalian semua begitu peduli pada alasan ayam itu menunjukkan ketidaknyamanan seksual kalian yang tersembunyi.
George W Bush: Kami tidak peduli kenapa ayam itu menyeberang! Kami cuma ingin tau apakah ayam itu ada di pihak kami atau tidak, apa dia bersama kami atau melawan kami. Tidak ada pihak tengah di sini!
Darwin: Ayam telah melalui periode waktu yang luar biasa, telah melalui seleksi alam dengan cara tertentu dan secara alami tereliminasi dengan menyeberang jalan.
Einstein: Apakah ayam itu menyeberang jalan atau jalan yang bergerak di bawah ayam itu, itu semua tergantung pada sudut pandang kita sendiri.
Nelson Mandela: Tidak akan pernah lagi ayam ditanyai kenapa menyeberang jalan! Dia adalah panutan yang akan saya bela sampai mati!
Thabo Mbeki: Kita harus mencari tahu apakah memang benar ada kolerasi antara ayam dan jalan.
Isaac Newton: Semua ayam di bumi ini kan menyeberang jalan secara tegak lurus dalam garis lurus yang tidak terbatas dalam kecepatan yang seragam, terkecuali jika ayam berhenti karena ada reaksi yang tidak seimbang dari arah berlawanan.
Programmer Oracle: Tidak semua ayam dapat menyeberang jalan, maka dari itu perlu adanya interface untuk ayam yaitu nyeberangable, ayam-ayam yang ingin atau bisa menyeberang diharuskan untuk mengimplementasikan interface nyebrangable, jadi di sini sudah jelas terlihat bahwa antara ayam dengan jalan sudah loosely coupled.
Sutiyoso: Itu ayam pasti ingin naik busway.
Soeharto: Ayam-ayam mana yang ndak nyebrang, tak gebuk semua! Kalo perlu ya dikebumikan saja.
Habibie: Ayam menyeberang dikarenakan ada daya tarik gravitasi, dimana terjadi percepatan yang mengakibatkan sang ayam mengikuti rotasi dan berpindah ke seberang jalan.
Nia Dinata: Pasti mau casting '30 Hari Mencari Ayam' ya? Desi Ratnasari: No comment!
Dhani Ahmaddewa19: Asal ayam itu mau poligami, saya rasa gak ada masalah mau nyebrang kemana juga...
Chinta Laura: Ayam nyebrang jhalaan..? karena gak ada owject...biecheeck. ...
Julia Perez: Memangnya kenapa kalo ayam itu menyeberang jalan? Karena sang jantan ada di sana ! Daripada sang betina sendirian di seberang sini, yaaahhhh dia kesana laahh...
Roy Marten: Ayam itu khan hanya binatang biasa, pasti bisa khilaf.. (sambil sesenggukan) .
Butet Kartaredjasa: Lha ya jelas untuk menghindari grebekan kamtib to?
Megawati: Ayamnya pasti ayam wong cilik. Dia jalan kaki toh?
Harmoko: Berdasarkan petunjuk presiden. and the best answer is:
Gus Dur : 'Kenapa ayam nyebrang jalan? Ngapain dipikirin? Gitu aja kok repot! Bukannya kerja tapi malah baca ginian...'
Jika ada Pertanyaan: Mengapa Ayam Menyebrang Jalan?
Jawaban menurut: Guru TK: Supaya sampai ke ujung jalan.
FBI: Beri saya lima menit dengan ayam itu, saya akan tahu kenapa.
Aristoteles: Karena merupakan sifat alami dari ayam.
Martin Luther King, Jr.: Saya memimpikan suatu dunia yang membebaskan semua ayam menyeberang jalan tanpa mempertanyakan kenapa.
dr. Boike: Fakta bahwa kalian semua begitu peduli pada alasan ayam itu menunjukkan ketidaknyamanan seksual kalian yang tersembunyi.
George W Bush: Kami tidak peduli kenapa ayam itu menyeberang! Kami cuma ingin tau apakah ayam itu ada di pihak kami atau tidak, apa dia bersama kami atau melawan kami. Tidak ada pihak tengah di sini!
Darwin: Ayam telah melalui periode waktu yang luar biasa, telah melalui seleksi alam dengan cara tertentu dan secara alami tereliminasi dengan menyeberang jalan.
Einstein: Apakah ayam itu menyeberang jalan atau jalan yang bergerak di bawah ayam itu, itu semua tergantung pada sudut pandang kita sendiri.
Nelson Mandela: Tidak akan pernah lagi ayam ditanyai kenapa menyeberang jalan! Dia adalah panutan yang akan saya bela sampai mati!
Thabo Mbeki: Kita harus mencari tahu apakah memang benar ada kolerasi antara ayam dan jalan.
Isaac Newton: Semua ayam di bumi ini kan menyeberang jalan secara tegak lurus dalam garis lurus yang tidak terbatas dalam kecepatan yang seragam, terkecuali jika ayam berhenti karena ada reaksi yang tidak seimbang dari arah berlawanan.
Programmer Oracle: Tidak semua ayam dapat menyeberang jalan, maka dari itu perlu adanya interface untuk ayam yaitu nyeberangable, ayam-ayam yang ingin atau bisa menyeberang diharuskan untuk mengimplementasikan interface nyebrangable, jadi di sini sudah jelas terlihat bahwa antara ayam dengan jalan sudah loosely coupled.
Sutiyoso: Itu ayam pasti ingin naik busway.
Soeharto: Ayam-ayam mana yang ndak nyebrang, tak gebuk semua! Kalo perlu ya dikebumikan saja.
Habibie: Ayam menyeberang dikarenakan ada daya tarik gravitasi, dimana terjadi percepatan yang mengakibatkan sang ayam mengikuti rotasi dan berpindah ke seberang jalan.
Nia Dinata: Pasti mau casting '30 Hari Mencari Ayam' ya? Desi Ratnasari: No comment!
Dhani Ahmaddewa19: Asal ayam itu mau poligami, saya rasa gak ada masalah mau nyebrang kemana juga...
Chinta Laura: Ayam nyebrang jhalaan..? karena gak ada owject...biecheeck. ...
Julia Perez: Memangnya kenapa kalo ayam itu menyeberang jalan? Karena sang jantan ada di sana ! Daripada sang betina sendirian di seberang sini, yaaahhhh dia kesana laahh...
Roy Marten: Ayam itu khan hanya binatang biasa, pasti bisa khilaf.. (sambil sesenggukan) .
Butet Kartaredjasa: Lha ya jelas untuk menghindari grebekan kamtib to?
Megawati: Ayamnya pasti ayam wong cilik. Dia jalan kaki toh?
Harmoko: Berdasarkan petunjuk presiden. and the best answer is:
Gus Dur : 'Kenapa ayam nyebrang jalan? Ngapain dipikirin? Gitu aja kok repot! Bukannya kerja tapi malah baca ginian...'
Jumat, 19 Desember 2008
Seminar Sains Keperawatan
Oleh: Wastu Adi Mulyono
Sains Keperawatan merupakan dasar praktik keperawatan profesional. Hal tersebut dapat dipahami karena salah satu ciri profesi adalah memiliki dasar keilmuan (pohon ilmu). Meskipun demikian ternyata sains keperawatan masih belum populer dalam dunia keperawatan di Indonesia, bahkan mungkin di seluruh dunia, karena beberapa literatur sendiri mengatakan bahwa sains keperawatan hanya diminati oleh kaum scholar saja.
Berinisiatif ingin menyebarluaskan sains keperawatan kepada seluruh perawat di Indonesia, hari Jumat tanggal 19 Desember 2008, mahasiswa Program Magister Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia angkatan 2008, menyelenggarakan seminar dengan tema aplikasi model konseptual keperawatan untuk untuk menyongsong praktik mandiri keperawatan. Tema tersebut diusung sebagai bentuk action kecil untuk sedikit menimbulkan riak gelombang pada lautan energi keperawatan agar dapat ditangkap sensor potensial energi yang lebih besar sebagai amplifier agar dapat menggema ke seluruh ruang jagad raya. Maksudnya adalah untuk memicu demam sains tidak hanya bagi kalangan pendidikan tapi juga kalangan praktisi keperawatan.
Dihadiri kurang lebih tigaratus tamu dari berbagai lapangan praktik keperawatan dan pendidikan keperawatan yang berasal dari wilayah Jabodetabek, Jawa Barat dan bahkan dari Jawa Tengah. Maklum saja topik seminar ini sangat menarik dan langka, gratis lagi, jadi, kalau ada yang melihat dan kebetulan punya kesempatan pasti akan menyediakan diri mengikutinya.
Seminar yang membedah teori-teori keperawatan level middle range seperti tidal care, cronic sorrow, caring, peacefull end of live, becoming a mother, dan comfort disajikan dengan variatif dan menarik. Topiknya disesuiakan dengan 6 kekhususan Magister Keperawatan yang ada di Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia yaitu: Maternitas, Jiwa, Anak, Medikal Bedah, Komuitas dan Manajemen-Kepemimpinan. Metode bervariasi mulai dari diskusi panel, live role play dan pemutaran clip video singkat sangat menggugah peserta untuk menanggapi maupun untuk menikmati sampai akhir sesi diskusi menjelang shalat jumat pukul 12:00. Improvisasi dan permainan watak para pemain sangat mengesankan, bahkan dalam pemutaran video akhir yang merupakan topik terakhir disajikan dengan menggugah emosi, beberapa sempat menitikkan air mata. Rugi sekali rasanya jika tidak menghadirinya. Sayang sekali, dokumentasi diskusi maupun permainan roleplay mungkin tidak akan seindah tampilan aslinya. Meskipun demikian panitia telah menyediakan kopi materi dalam bentuk cde jika ada yang menghendaki memilikinya.
Sains keperawatan memang sangat menantang untuk digali dan diterapkan. Harapannya setiap perawat dapat menerapkan teori ini dalam kehidupan sehari-hari atau menerapkan dalam bentuk praktis disertai riset-riset berkesinambungan yang akhirnya akan mendorong praktik keperawatan mandiri yang evident based proven. Dengan demikian jati diri keperawatan akan semakin jelas dan kemandiriannya dapat terukur.
Sebuah tantangan bagi para perawat untuk mulai praktik keperawatan secara mandiri. Kami yakin sekali sebentar lagi praktik keperawatan akan menjadi trend dalam pelayanan kesehatan di Indonesia. Tinggal kita semua, yang mengaku sebagi ners profesional mau jadi inovator, early adapter, late majority, late adopter atau bahkan menjadi kelompok laggard. Semua bergantung pada siapa anda dan memilih sebagai kelompok yang mana. Tetapi sebagai nurse consultant tentu kami merekomendasikan jadi INOVATOR. Sebab para guru sukses telah menyatakan ada 9 kunci sukses. Kunci no 1 adalah Action. Kunci no.2 action, no 3 action no 4 action no 5 action no 6 action no 7 action no 8 action no 9 action.
Selamat berjuang Fellow.
Sains Keperawatan merupakan dasar praktik keperawatan profesional. Hal tersebut dapat dipahami karena salah satu ciri profesi adalah memiliki dasar keilmuan (pohon ilmu). Meskipun demikian ternyata sains keperawatan masih belum populer dalam dunia keperawatan di Indonesia, bahkan mungkin di seluruh dunia, karena beberapa literatur sendiri mengatakan bahwa sains keperawatan hanya diminati oleh kaum scholar saja.
Berinisiatif ingin menyebarluaskan sains keperawatan kepada seluruh perawat di Indonesia, hari Jumat tanggal 19 Desember 2008, mahasiswa Program Magister Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia angkatan 2008, menyelenggarakan seminar dengan tema aplikasi model konseptual keperawatan untuk untuk menyongsong praktik mandiri keperawatan. Tema tersebut diusung sebagai bentuk action kecil untuk sedikit menimbulkan riak gelombang pada lautan energi keperawatan agar dapat ditangkap sensor potensial energi yang lebih besar sebagai amplifier agar dapat menggema ke seluruh ruang jagad raya. Maksudnya adalah untuk memicu demam sains tidak hanya bagi kalangan pendidikan tapi juga kalangan praktisi keperawatan.
Dihadiri kurang lebih tigaratus tamu dari berbagai lapangan praktik keperawatan dan pendidikan keperawatan yang berasal dari wilayah Jabodetabek, Jawa Barat dan bahkan dari Jawa Tengah. Maklum saja topik seminar ini sangat menarik dan langka, gratis lagi, jadi, kalau ada yang melihat dan kebetulan punya kesempatan pasti akan menyediakan diri mengikutinya.
Seminar yang membedah teori-teori keperawatan level middle range seperti tidal care, cronic sorrow, caring, peacefull end of live, becoming a mother, dan comfort disajikan dengan variatif dan menarik. Topiknya disesuiakan dengan 6 kekhususan Magister Keperawatan yang ada di Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia yaitu: Maternitas, Jiwa, Anak, Medikal Bedah, Komuitas dan Manajemen-Kepemimpinan. Metode bervariasi mulai dari diskusi panel, live role play dan pemutaran clip video singkat sangat menggugah peserta untuk menanggapi maupun untuk menikmati sampai akhir sesi diskusi menjelang shalat jumat pukul 12:00. Improvisasi dan permainan watak para pemain sangat mengesankan, bahkan dalam pemutaran video akhir yang merupakan topik terakhir disajikan dengan menggugah emosi, beberapa sempat menitikkan air mata. Rugi sekali rasanya jika tidak menghadirinya. Sayang sekali, dokumentasi diskusi maupun permainan roleplay mungkin tidak akan seindah tampilan aslinya. Meskipun demikian panitia telah menyediakan kopi materi dalam bentuk cde jika ada yang menghendaki memilikinya.
Sains keperawatan memang sangat menantang untuk digali dan diterapkan. Harapannya setiap perawat dapat menerapkan teori ini dalam kehidupan sehari-hari atau menerapkan dalam bentuk praktis disertai riset-riset berkesinambungan yang akhirnya akan mendorong praktik keperawatan mandiri yang evident based proven. Dengan demikian jati diri keperawatan akan semakin jelas dan kemandiriannya dapat terukur.
Sebuah tantangan bagi para perawat untuk mulai praktik keperawatan secara mandiri. Kami yakin sekali sebentar lagi praktik keperawatan akan menjadi trend dalam pelayanan kesehatan di Indonesia. Tinggal kita semua, yang mengaku sebagi ners profesional mau jadi inovator, early adapter, late majority, late adopter atau bahkan menjadi kelompok laggard. Semua bergantung pada siapa anda dan memilih sebagai kelompok yang mana. Tetapi sebagai nurse consultant tentu kami merekomendasikan jadi INOVATOR. Sebab para guru sukses telah menyatakan ada 9 kunci sukses. Kunci no 1 adalah Action. Kunci no.2 action, no 3 action no 4 action no 5 action no 6 action no 7 action no 8 action no 9 action.
Selamat berjuang Fellow.
Sabtu, 29 November 2008
COMPUTER ON DOT COM
Oleh: Wastu Adi Mulyono
Hari ini kantor OnCom sangat sibuk. Setiap staf terlihat keluar masuk kantor Bos OnCom. Mulai dari HRD, bagian produksi, QC, sampai marketing terlihat aktif mengerjakan sesuatu. Kesibukan ini dipicu oleh tingginya order oncom setiap lebaran Haji. Sementara itu kapasitas produksi sedang menurun karena puluhan tenaga kerja yang sudah puluhan tahun bekerja sudah mulai menurun semangatnya. Apalagi sejak krisis ekonomi yang melanda Indonesia, kenaikan harga kedelai menyebabkan perusahaan memotong insentif karyawan berkaitan dengan peningkatan biaya produksi.
Tepat di sebelah kantor OnCom, adalah sebuah konsultan IT dengan nama Computer. Kantornya terlihat lengang, tenang. Setiap karyawan terlihat duduk di meja masing-masing melakukan aktivitas rutin. Sekali-kali terlihat mereka saling bercanda. Computer hanya memiliki 5 karyawan termasuk Bosnya. Bos Computer pun datang ke kantor paling pagi pukul 11 siang, alasannya menghindari jam sibuk, selain itu semua karyawan kalau telat juga ketahuan, karena dia selalu memantau aktivitas kantornya dengan melihat indicator-indikator yang telah disetting dalam smart phone nya. Meskipun terlihat lengang omset Computer tidak kalah dengan OnCom, milliaran rupiah berputar dalam bisnisnya dalam 1 bulan.
Melihat kesibukan di kantor sebelah, Bos Computer tertarik. Terdorong rasa ingin tahu yang besar, dia pun menelpon Bos OnCom, ”Pak Oncom, sibuk sekali kantor hari ini ya. Sampai saya susah cari tempat parkir.” Pak Compu berbasa-basi.
“Hoi… Pak Compu .. Iya Nih. Lagi dapat rejeki tahunan. Biasa lah, lebaran haji season. Kok tumben” Sapa Pak Oncom ramah, meskipun sedikit heran, karena tidak biasanya tetangganya itu tertarik.
”Ya biasalah pengusaha, kalau ada keramaian rasanya ingin tahu saja. Tapi ini kelihatannya tidak seperti biasanya. Itu lho, parkirnya pada sembarangan.” balas Pak Compu.
”Oh... begitu ya. Emm barangkali memang ada sesuatu. Emmm... Oh iya bagaimana bisnis Pak Compu?” Pak Oncom sedikit mengalihkan.
”Alhamdulillah lancar, siapa banyak bersyukur, pasti banyak diberi. Betul kan! Komputerisasi memang sedang menjadi kebutuhan di banyak tempat. Ya... beralasan juga, karena memang dapat melakukan efisiensi sampai 25 % per tahun. Apa Pak Oncom tidak ingin mencoba. Memang di awal proses butuh energi yang besar, tapi dalam 1 tahun pasti akan terasa hasilnya.”
”Hmmm...25% per tahun! Luar biasa. Belum pernah saya dapatkan angka efisiensi sebesar itu. Bisa kita bicara lebih lanjut. Saya ke sebelah atau Pak Compu ke tempat saya? Ehh sebaiknya saya yang ke sebelah. Lebih tenang.” Pak Oncom pun segera beranjak dari kursi dan bergegas ke ruko sebelahnya.
Selama hampir 2 jam mereka berdiskusi. Rupanya keduanya memiliki cara berpikir yang sama, mereka saling membutuhkan. Pak Oncom membutuhkan sistem informasi perusahaan dan mekanisasi beberapa bidang yang tidak berkaitan dengan cita rasa dan image produknya. Sementara Pak Compu ingin sekali menjual suatu produk khusus yang khas lewat dunia maya. Ia ingin mengembangkan bisnis berkaitan dengan semakin ketatnya persaingan di bisnis lobby yang jadi andalannya. Keduanya sangat cocok dan memiliki visi yang sama. Dalam hati masing-masing ingin mencoba menawarkan kerjasama tetapi agak sedikit sungkan, saling menghargai.
Tetapi dasar pengusaha, tidak mau kehilangan kesempatan dalam peluang sekecil apapun. ”Aku harus bicara.” kata hati mereka.
Tiba tiba hampir bersamaan keduanya nerkata, ”Kalau begitu......” , mereka berpandangan dan kemudian tertawa terbahak-bahak. ” Ha....ha....Ha....!!!”
”Eureka! ” yaaa ”Yu Rika juga!”
”Deal!” Pak Compu menyodorkan tangannya untuk bersalaman.
”Deal! COMPUTER-ON.COM (komputer on dot com)” Pak Oncom menyambut.
“Partner!” mereka bersalaman.
Pak Compu kemudian menelpon sekretarisnya lewat intercom “Yu… pesankan Gado-gado… Jangan lupa oncomnya juga ya.”
”Siap Bos!” Ayu kemudian mengetik di komputernya: PAK MAN PESAN GADO-GADO 6 PORSI. JANGAN LUPA ONCOMNYA” Kemudian di klik Send message.
Tidak lama kemudian di layar monitor muncul tulisan RECEIVE NEW MESSAGE FROM PAK MAN 20-11-2008:14:14.: SEGERA DIKIRIM 6 PORSI GADO GADO PLUS ONCOM. TUNGGU YA. PAK MAN.
Hari ini kantor OnCom sangat sibuk. Setiap staf terlihat keluar masuk kantor Bos OnCom. Mulai dari HRD, bagian produksi, QC, sampai marketing terlihat aktif mengerjakan sesuatu. Kesibukan ini dipicu oleh tingginya order oncom setiap lebaran Haji. Sementara itu kapasitas produksi sedang menurun karena puluhan tenaga kerja yang sudah puluhan tahun bekerja sudah mulai menurun semangatnya. Apalagi sejak krisis ekonomi yang melanda Indonesia, kenaikan harga kedelai menyebabkan perusahaan memotong insentif karyawan berkaitan dengan peningkatan biaya produksi.
Tepat di sebelah kantor OnCom, adalah sebuah konsultan IT dengan nama Computer. Kantornya terlihat lengang, tenang. Setiap karyawan terlihat duduk di meja masing-masing melakukan aktivitas rutin. Sekali-kali terlihat mereka saling bercanda. Computer hanya memiliki 5 karyawan termasuk Bosnya. Bos Computer pun datang ke kantor paling pagi pukul 11 siang, alasannya menghindari jam sibuk, selain itu semua karyawan kalau telat juga ketahuan, karena dia selalu memantau aktivitas kantornya dengan melihat indicator-indikator yang telah disetting dalam smart phone nya. Meskipun terlihat lengang omset Computer tidak kalah dengan OnCom, milliaran rupiah berputar dalam bisnisnya dalam 1 bulan.
Melihat kesibukan di kantor sebelah, Bos Computer tertarik. Terdorong rasa ingin tahu yang besar, dia pun menelpon Bos OnCom, ”Pak Oncom, sibuk sekali kantor hari ini ya. Sampai saya susah cari tempat parkir.” Pak Compu berbasa-basi.
“Hoi… Pak Compu .. Iya Nih. Lagi dapat rejeki tahunan. Biasa lah, lebaran haji season. Kok tumben” Sapa Pak Oncom ramah, meskipun sedikit heran, karena tidak biasanya tetangganya itu tertarik.
”Ya biasalah pengusaha, kalau ada keramaian rasanya ingin tahu saja. Tapi ini kelihatannya tidak seperti biasanya. Itu lho, parkirnya pada sembarangan.” balas Pak Compu.
”Oh... begitu ya. Emm barangkali memang ada sesuatu. Emmm... Oh iya bagaimana bisnis Pak Compu?” Pak Oncom sedikit mengalihkan.
”Alhamdulillah lancar, siapa banyak bersyukur, pasti banyak diberi. Betul kan! Komputerisasi memang sedang menjadi kebutuhan di banyak tempat. Ya... beralasan juga, karena memang dapat melakukan efisiensi sampai 25 % per tahun. Apa Pak Oncom tidak ingin mencoba. Memang di awal proses butuh energi yang besar, tapi dalam 1 tahun pasti akan terasa hasilnya.”
”Hmmm...25% per tahun! Luar biasa. Belum pernah saya dapatkan angka efisiensi sebesar itu. Bisa kita bicara lebih lanjut. Saya ke sebelah atau Pak Compu ke tempat saya? Ehh sebaiknya saya yang ke sebelah. Lebih tenang.” Pak Oncom pun segera beranjak dari kursi dan bergegas ke ruko sebelahnya.
Selama hampir 2 jam mereka berdiskusi. Rupanya keduanya memiliki cara berpikir yang sama, mereka saling membutuhkan. Pak Oncom membutuhkan sistem informasi perusahaan dan mekanisasi beberapa bidang yang tidak berkaitan dengan cita rasa dan image produknya. Sementara Pak Compu ingin sekali menjual suatu produk khusus yang khas lewat dunia maya. Ia ingin mengembangkan bisnis berkaitan dengan semakin ketatnya persaingan di bisnis lobby yang jadi andalannya. Keduanya sangat cocok dan memiliki visi yang sama. Dalam hati masing-masing ingin mencoba menawarkan kerjasama tetapi agak sedikit sungkan, saling menghargai.
Tetapi dasar pengusaha, tidak mau kehilangan kesempatan dalam peluang sekecil apapun. ”Aku harus bicara.” kata hati mereka.
Tiba tiba hampir bersamaan keduanya nerkata, ”Kalau begitu......” , mereka berpandangan dan kemudian tertawa terbahak-bahak. ” Ha....ha....Ha....!!!”
”Eureka! ” yaaa ”Yu Rika juga!”
”Deal!” Pak Compu menyodorkan tangannya untuk bersalaman.
”Deal! COMPUTER-ON.COM (komputer on dot com)” Pak Oncom menyambut.
“Partner!” mereka bersalaman.
Pak Compu kemudian menelpon sekretarisnya lewat intercom “Yu… pesankan Gado-gado… Jangan lupa oncomnya juga ya.”
”Siap Bos!” Ayu kemudian mengetik di komputernya: PAK MAN PESAN GADO-GADO 6 PORSI. JANGAN LUPA ONCOMNYA” Kemudian di klik Send message.
Tidak lama kemudian di layar monitor muncul tulisan RECEIVE NEW MESSAGE FROM PAK MAN 20-11-2008:14:14.: SEGERA DIKIRIM 6 PORSI GADO GADO PLUS ONCOM. TUNGGU YA. PAK MAN.
This story and one below are the examples that we can create something different
from the same pacer "oncom and computer". Keep creative thinking will prevent
doing piracy. Go Nurses, try to act in another ways, then some thing will
sparkle out. God bless you!
Rabu, 26 November 2008
Si Oncom dan komputer
ONCOM DAN KOMPUTER
Suatu karangan bebas sekedar ekspresi dan kreasi diri
creatived by Iwan W
Oncom adalah sejenis makanan yang berbahan dasar kedele, yang kemudian diolah dicampur dengan bumbu-bumbu sehingga terbentuk oncom. Cara masak oncom sendiri bisa dengan berbagai macam variasi diantaranya ada yang disebut dengan Combro atau singkatan oncom dijero artinya oncom didalam, suatu olahan oncom khas sunda dimana oncomnya dimasukan kedalam campuran tepung terigu lalu digoreng. Rasanya renyah dan sedikit pedas mungkin sebelumnya telah dicampur cabai atau bahan-bahan yang membuat combro jadi sedikit pedas.
Oncom sendiri sebenarnya bisa dipromosikan menjadi suatu kekhasan wisata kuliner bagi masyarakt Indonesia yang sangat terkenal dengan keanekaragaman khasanah masakan dan makanannya. Jika oncom dikemas dengan menarik berbasis teknologi dan informasi bukan tidak mungkin oncom akan menjadi produk unggulan yang bisa diekspor ke manca Negara sehingga menjadi sumber devisa Negara dan bahkan jika oncom diproduksi secara massal akan menjadi sumber lahan pekerjaan baru sehingga akan menyedot tenaga kerja yang banyak pula dan ini berarti akan mengurangi angka pengangguran.
Proses pengemasan dan promosi oncom menjadi produk andalan dan berkualitas ekspor tentu tidak cukup hanya sekedar mengandalkan dari cara pengolahan tradisional saja. Penggunaan teknologi yang berbasis komputerisasi tentu akan menambah dan mempercepat akselarasi produksi dan promosi produk oncom sehingga akan lebih cepat pula dikenal luas dengan berbagai segmen konsumennya.
Penggunaan teknologi computer tentu juga akan mempermudah diversifikasi masakan dengan berbahan dasar oncom. Kemasan yang menarik dan bombastis pun akan lebih gampang jika dilakukan dengan computer. Dengan computer yang sudah terkoneksi internet maka daya jangkau promosi akan lebih luas lagi sehingga bisa menembus pasar dunia. Intinya penggunaan teknologi computer dengan segala macam kelebihan dan efektifitas yang bisa diraih melalui computer mulai dari penentuan komposisi bahan dasar oncom, cara pengolahan hingga kapasitas produksi yang menghasilkan produk oncom yang lebih berkualitas dan lebih banyak. Bahkan daya jangkau promosi dan penjualan serta cara membuat kemasan yang lebih membuat konsumen makin tertarik bisa dilakukan dengan computer. Pada akhirnya oncom yang semula dikenal makanan tradisional didaerah tertentu akan menjelma menjadi suatu produk unggulan berkualitas dan tentunya menghasil financial yang tidak sedikit berkat penggunaan dari sebuah mesin bernama computer.
Suatu karangan bebas sekedar ekspresi dan kreasi diri
creatived by Iwan W
Oncom adalah sejenis makanan yang berbahan dasar kedele, yang kemudian diolah dicampur dengan bumbu-bumbu sehingga terbentuk oncom. Cara masak oncom sendiri bisa dengan berbagai macam variasi diantaranya ada yang disebut dengan Combro atau singkatan oncom dijero artinya oncom didalam, suatu olahan oncom khas sunda dimana oncomnya dimasukan kedalam campuran tepung terigu lalu digoreng. Rasanya renyah dan sedikit pedas mungkin sebelumnya telah dicampur cabai atau bahan-bahan yang membuat combro jadi sedikit pedas.
Oncom sendiri sebenarnya bisa dipromosikan menjadi suatu kekhasan wisata kuliner bagi masyarakt Indonesia yang sangat terkenal dengan keanekaragaman khasanah masakan dan makanannya. Jika oncom dikemas dengan menarik berbasis teknologi dan informasi bukan tidak mungkin oncom akan menjadi produk unggulan yang bisa diekspor ke manca Negara sehingga menjadi sumber devisa Negara dan bahkan jika oncom diproduksi secara massal akan menjadi sumber lahan pekerjaan baru sehingga akan menyedot tenaga kerja yang banyak pula dan ini berarti akan mengurangi angka pengangguran.
Proses pengemasan dan promosi oncom menjadi produk andalan dan berkualitas ekspor tentu tidak cukup hanya sekedar mengandalkan dari cara pengolahan tradisional saja. Penggunaan teknologi yang berbasis komputerisasi tentu akan menambah dan mempercepat akselarasi produksi dan promosi produk oncom sehingga akan lebih cepat pula dikenal luas dengan berbagai segmen konsumennya.
Penggunaan teknologi computer tentu juga akan mempermudah diversifikasi masakan dengan berbahan dasar oncom. Kemasan yang menarik dan bombastis pun akan lebih gampang jika dilakukan dengan computer. Dengan computer yang sudah terkoneksi internet maka daya jangkau promosi akan lebih luas lagi sehingga bisa menembus pasar dunia. Intinya penggunaan teknologi computer dengan segala macam kelebihan dan efektifitas yang bisa diraih melalui computer mulai dari penentuan komposisi bahan dasar oncom, cara pengolahan hingga kapasitas produksi yang menghasilkan produk oncom yang lebih berkualitas dan lebih banyak. Bahkan daya jangkau promosi dan penjualan serta cara membuat kemasan yang lebih membuat konsumen makin tertarik bisa dilakukan dengan computer. Pada akhirnya oncom yang semula dikenal makanan tradisional didaerah tertentu akan menjelma menjadi suatu produk unggulan berkualitas dan tentunya menghasil financial yang tidak sedikit berkat penggunaan dari sebuah mesin bernama computer.
Minggu, 23 November 2008
Learning Nursing Science
by: Wastu Adi Mulyono
Hello, Nurses especially ners in Indonesia.
We are fully appreciate your attention in applying nursing science in practice. However more of information discussing them in english. We have experience that. For those reasons, here, we are trying to help you all, in understanding nursing science.
We will not, speak to you too much. We only upload all we have done in them. Download them as many as you can. They are free served only for you nurse. Just dowload it, read it, compare it, than simply decide to use or throw then out into waste box, but we think you willl not.
Folow link below or klik link list in left table. You will fine something you needs, we hope. We understand if these can not satisfy you yet. That is OK, just follow the site every time you want to, because we will share all we have got. And don't forget to leave comment, so it will be beneficial for us to serve you next.
Finally, I will please you to enjoy them all. See you.
Also visit: http://nersmanajer.blogspot.com/
Hello, Nurses especially ners in Indonesia.
We are fully appreciate your attention in applying nursing science in practice. However more of information discussing them in english. We have experience that. For those reasons, here, we are trying to help you all, in understanding nursing science.
We will not, speak to you too much. We only upload all we have done in them. Download them as many as you can. They are free served only for you nurse. Just dowload it, read it, compare it, than simply decide to use or throw then out into waste box, but we think you willl not.
Folow link below or klik link list in left table. You will fine something you needs, we hope. We understand if these can not satisfy you yet. That is OK, just follow the site every time you want to, because we will share all we have got. And don't forget to leave comment, so it will be beneficial for us to serve you next.
Finally, I will please you to enjoy them all. See you.
Also visit: http://nersmanajer.blogspot.com/
Langgan:
Entri (Atom)
